nutrisi ayam kampung
Menentukan ransum yang baik adalah keputusan yang bijak. Yang lebih
bijak lagi bagi peternak ayam kampung yaitu membuat ransum dengan harga
yang paling murah tapi tetap berpedoman terhadap kebutuhan nutrisi ayam kampung. Semakin bagusnya ransum untuk ayam kampung maka semakin baik pula pertumbuhan dan perkembangan ternak ayam kampung kita.
Gizi pada ransum ayam kampung sering dikesampingkan oleh para peternak
ayam dengan alasan mahalnya biaya pakan. Dengan mempertimbangkan hal
tersebut kami mencoba menulis kandungan nutrisi pada pakan ayam kampung
tersebut. Tentu tujuannya adalah membuat ayam tercukupi kebutuhan gizi
dan nutrisinya dan kemudian menjadi patokan pembuatan pakan ayam murah
berkualitas.
Menurut Sudradjad dalam bukunya "beternak ayam pelung" bahwa kebutuhan
nutrisi ayam kampung jenis pelung adalah sebagai berikut :
Dengan mempertimbangkan kebutuhan nutrisi tersebut, Sudradjad juga
memberikan rincian kandungan nutrisi dari contoh bahan pakan ayam
kampung. Adapun daftar kandungan nutrisi berdasarkan protein kasar,
lemak, serat, kalsium dan air adalah sebagai berikut :
Disamping kandungan nutrisi dari daftar di atas tentu masih banyak bahan
ransum yang dapat diberikan untuk ternak unggas kita. Intinya carilah
bahan pakan yang mudah dicari di sekitar kita.
Kebutuhan nutrisi ayam kampung ini akan maksimal jika memperhatikan kebutuhan pakan per ekor perharinya.
Percuma saja jika pakan bernutrisi lengkap namun tidak sesuai kebutuhan
makan ayam per harinya. Ayam masih lapar dan tentu pertumbuhan akan
terlambat.
Hal-hal yang perlu diperhatikan mengenai nutrisi pada pakan
1. Nutrisi dalam ransum akan maksimal jika ditopang oleh nutrisi yang lain
Artinya jika protein tinggi dalam pakan tidak akan berguna jika tidak ditambah dengan zat karbohidrat, lemak, serat dan air.
2. Nutrisi lengkap namun jumlahnya kurang
Pakan ayam yang komplit namun diberikan tidak sesuai porsinya (kurang)
maka ayam kampung tetap akan kurus. Karena ayam kampung akan makan hanya
sedikit-sedikit namun terus-menerus sepanjang hari.
3. Protein Itu sebenarnya adalah inti
Memang tidak ada jaminan pakan yang berprotein tinggi menambah berat
badan. Namun lihatlah tabel di atas, bahwa kebutuhannya mencapai 20%.
Banyak peternak tidak memberikan protein hanya berupa serat seperti
jagung bekatul dan dedaunan. Hal ini adalah salah besar karena ayam
tetap butuh protein hewani dan tumbuhan.
4. Kekurangan nutrisi ayam akan mencari sendiri
Ayam yang dikandangkan akan kemana jika akan mencukupi kebutuhan nutrisi
yang tidak terdapat dalam pakan? Akibatnya ayam akan bertingkah
seperti mengkais tanah, mematuk kandang, bahkan yang paling parah
adalah kanibal memakan temannya. Jika itu masih kurang maka ayam akan
makan apa saja yang dijumpai karena sifat aslinya adalah pemakan
segala. Iya kalau area itu bersih, jika area kotor maka penyakit pasti
akan menyerang.
Itulah beberapa tips peternakan ayam dari kami semoga bermanfaat. Salam sukses!
Sumber : Beternak Ayam Pelung | SudradjadUpdate kebutuhan nutrisi ayam buras menurut Eko Widodo Fakultas Peternakan Brawijaya Malang, Ada juga berbaggai jenis unggas terdapat di sini seperti itik dll :
Tak Perlu “Pintar” Untuk Menjadi Kaya
Seperti itulah mungkin yang dapat saya katakan jika ingin menjadi orang kaya di Indonesia. Mengapa saya sebut Indonesia? Karena memang saya hidup di Indonesia dan yang dapat saya perhatikan dengan mudah adalah apa yang terjadi di Indoenesia. Mengapa tak perlu pintar untuk menjadi seorang yang mempunyai banyak harta? Kita lihat saja apa yang ditayangkan di layar televisi di setiap pagi atau sore. Lihat apa yang dibacakan oleh pambawa acara berita pagi di televisi swasta. Yang dibahas disana ada tidak akan jauh dari para wakil-wakil kita yang duduk di kursi yang bonafit atas pilihan kita. Entah pilihan tersbut memang dari hati nurani ataukah suatu pilihan yang diatur.
Sebenarnya judul di atas bisa saja dianggap salah. Karena wakil rakyat (saya jamin) pasti pintar memainkan kata-kata di depan publik. Tidak mungkin ada seorang wakil rakyat yang bisa duduk di kursi “panas” tanpa adanya kalimat-kalimat sandiwara (fakta maupun fiktif) yang keluar dengan manisnya sehingga dapat menghipnotis rakyat jelata untuk cuma-cuma memberikan pijakan agar calon wakil rakyat tersebut dapat duduk dengan mudah.
Namun kepintaran terebut bukanlah kepintaran yang murni. Kepintaran yang hanya berwujudkan fisik belaka. Kepintaran yang hanya digunakan untuk kepentingan pribadi sendiri. Oleh karena dengan tegas saya mengatakan bahwa mereka yang duduk sebagai wakil rakyat di gedung mewah itu bukanlah orang-orang yang pintar namun “pintar”, ya di dalam tanda kutip. “Anak kecil tahu apa tentang urusan orang dewasa. Bisanya cuma protes saja,” kata seorang wakil rakyat yang tidak terima dikatakan tidak memiliki kepintaran. “Maaf Pak, bapak mau menukar mobil bapak satu saja dengan sepeda yang biasa saya gunakan untuk berangkat kuliah ini? Saya merasa kepanasan kalau setiap hari harus naik sepeda terus untuk berangkat ke kuliah,” demikian yang saya katakan menanggapi perkataan wakil rakyat tersebut.
Coba saja lontarkan perntanyaan tersebut kepada wakil rakyat yang mungkin bisa kalian temui. Pasti akan terlihat bagaimana seorang wakil rakyat yang memang mendedikasikan dirinya sebagai wakil yang sesungguhnya. Wakil yang hanya menjawab dengan singkat dan jelas sehingga dapat memuaskan pertanyaan seperti itu itulah wakil yang sesungguhnya. Itu menurut versi saya, versi kalian mungkin memiliki cara tersendiri untuk memastikan bagaimana seorang wakil yang sesungguhnya.
Inti dari permasalahan yang dibahas di atas adalah profesionalisme. Maksudnya adalah bagaimana kita bekerja sesuai dengan apa yang seharusnya dilakukan. Jika memang bekerja sebagai wakil rakyat hendaknya bekerja sebagai wakil yang rela berkorban dengan yang diwakilkannya. Jika memang bekerja sebagai tukang jahit maka hendaknya menjahit dengan mendedikasikan dirinya sebagai tukang jahit yang menjahitkan pakaian sesuai dengan permintaan pelanggan. Memang terlihat naif jika mengatakan bahwa kita tidak menginginkan kekayaan. Namun percayalah bahwa sesungguhnya kebahagiaan hidup yang sesungguhnya bukanlah berasal dari uang, melainkan berasal dari bagaimana kita berguna untuk orang lain.
“Hampir setiap orang ingin menghilangkan kata “wakil” dari jabatannya. Wakil bupati ingin jadi bupati, wakil presiden ingin jadi presiden. Hanya saja ada sekelompok orang yang tidak menginginkan kata “wakil” hilang dari jabatannya, ya mereka adalah Wakil Rakyat.”
sumber :
http://salahuddin-muhammad.blog.ugm.ac.id/2012/02/29/tak-perlu-%E2%80%9Cpintar%E2%80%9D-untuk-menjadi-kaya/


Tidak ada komentar:
Posting Komentar